MEDAN – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) telah menyalurkan sebanyak 3.048 ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam petelur. Penyaluran ini dilakukan untuk membantu menekan biaya produksi peternak sekaligus menjaga stabilitas harga telur di pasaran.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, R Darma Wijaya, mengatakan realisasi penyaluran tersebut telah mencapai 84,64 persen dari total penugasan sebanyak 3.601 ton.
” Dari total penugasan 3.601 ton, telah terealisasi 3.048 ton atau 84,64 persen. Kami akan terus mengoptimalkan penyaluran agar seluruh peternak ayam penerima manfaat,” ujar Darma Wijaya di Medan, Kamis (5/11/2026).
Penyaluran jagung SPHP tersebut menjangkau enam wilayah di Sumatera Utara, yakni Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Serdang Bedagai, Simalungun, dan Asahan.
Program ini menyasar peternak ayam petelur yang membutuhkan bahan baku pakan dengan harga lebih terjangkau. Jagung menjadi salah satu komponen utama dalam pembuatan pakan ternak, sehingga perubahan harganya dapat berdampak langsung terhadap biaya produksi.
Darma menjelaskan, komposisi jagung dalam pakan ayam petelur mencapai sekitar 50 persen. Karena itu, ketersediaan jagung dengan harga terkendali menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternakan.
Saat ini, harga jagung pakan di pasaran Sumatera Utara berkisar Rp7.400 hingga Rp7.800 per kilogram. Sementara melalui program SPHP, peternak yang telah terdaftar dapat memperoleh jagung dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog.
Perbedaan harga tersebut diharapkan dapat membantu peternak mengurangi beban biaya produksi. Dengan biaya pakan yang lebih terkendali, peternak diharapkan dapat mempertahankan produksi telur tanpa harus membebankan seluruh kenaikan biaya kepada konsumen.
Bulog menegaskan bahwa jagung SPHP hanya diperuntukkan bagi kebutuhan pakan ternak dan tidak boleh diperjualbelikan kembali. Apabila ditemukan penyalahgunaan, Bulog akan menindaklanjuti sesuai ketentuan, termasuk melaporkannya kepada pihak berwenang.
Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, Bulog Sumut terus memperkuat koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah daerah, serta para peternak. Pengawasan juga dilakukan agar distribusi jagung dapat menjangkau penerima manfaat sesuai alokasi yang telah ditetapkan.
Melalui penyaluran 3.048 ton jagung tersebut, Bulog berharap biaya produksi peternak ayam petelur di Sumatera Utara semakin terkendali. Pemerintah juga menargetkan stabilitas pasokan pakan dan harga telur di pasaran dapat terus terjaga.
