JAKARTA – Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait ledakan tabung gas LPG di Jalan Guji Baru, RT 006/RW 02, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (5/11/2026). Insiden yang terjadi pada Kamis dini hari tersebut menyebabkan sejumlah rumah rusak dan belasan warga mengalami luka-luka.
Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Sobari mengatakan, petugas telah mendatangi lokasi kejadian dan mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
“Sudah kita cek, tadi kan ada korban juga, sudah penanganan. Kita sudah olah TKP,” ujar Sobari.
Meski demikian, polisi belum dapat meminta keterangan dari sejumlah saksi utama karena mereka masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat mengalami luka serius.
Berdasarkan informasi kepolisian, ledakan terjadi sekitar pukul 04.21 WIB ketika salah seorang warga hendak menyalakan kompor gas di dapur. Diduga terdapat kebocoran pada tabung LPG sehingga memicu ledakan saat kompor dinyalakan.
Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu menyebutkan, titik awal ledakan diduga berasal dari rumah milik seorang warga bernama Idrus Salim. Saat kejadian, istrinya, Sayuti, sedang berada di dapur dan mengalami luka bakar akibat ledakan tersebut.
Dampak ledakan cukup besar. Sebanyak 10 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, dengan tiga bangunan di antaranya rusak parah hingga bagian dinding dan tiang penyangganya roboh.
Data dari pihak kelurahan mencatat terdapat 12 korban luka, terdiri atas tujuh orang mengalami luka ringan dan lima lainnya mengalami luka berat. Lima korban dengan kondisi luka berat telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain korban luka, peristiwa tersebut berdampak terhadap 29 warga yang berasal dari 13 kepala keluarga. Sejumlah keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka belum dapat ditempati akibat kerusakan yang ditimbulkan.
Lurah Duri Kepa Arie Lystha mengatakan, pemerintah kelurahan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan instansi terkait telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok seperti beras dan minyak. Pemerintah juga mengupayakan penyediaan kompor serta peralatan memasak bagi warga yang kehilangan perlengkapan rumah tangga akibat ledakan.
Pendampingan khusus juga disiapkan bagi anak-anak yang terdampak. Pihak kelurahan berkoordinasi dengan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memberikan dukungan kepada mereka.
Sementara itu, polisi masih mendalami penyebab pasti ledakan dan mengumpulkan keterangan saksi untuk melengkapi proses penyelidikan. Olah TKP dilakukan guna memastikan titik awal ledakan serta mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan kerusakan sejumlah rumah tersebut.
